Penting...! Mengenali Gejala Epilepsi pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Hai bunda, bagaimana kabar bunda dan si buah hati. Kita berharap agar kita selalu diberikan kesehatan dan dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Kali ini kita akan sama sama membahas tentang gejala epilepsi pada bayi. Ok bunda, sebelum masuk ke inti permasalahan, sebelumnya yuk kenali gejala epilepsi pada bayi dan penyebabnya.
Penting...! Mengenali Gejala Epilepsi pada Bayi dan Cara Mengatasinya
Gejala Epilepsi pada Bayi

Epilepsi adalah penyakit gangguan pada otak yang bisa diderita oleh siapapun, termasuk bayi yang baru lahir. Epilepsi terjadi akibat proses otak normal yang terganggu akibat gelombang listrik di dalam jaringan otak yang tidak stabil bahkan kelebihan. Gelombang listrik yang tidak normal tersebut akan mengganggu sistem kerja otak yang dapat menyebabkan kekejangan pada bayi anda. Oleh sebab itu Bunda harus mengetahui gejala epilepsi pada bayi anda. Karena memang gejala epilepsi dapat diketahui sejak lahir melalui identifikasi gejala-gejala yang sering muncul pada bayi anda.

Pada dasarnya, bayi yang terkena epilepsi akan mengalami kejang, namun sebaliknya tidak semua bayi kejang tersebut menderita penyakit epilepsi. Tanda epilepsi pada bayi baru lahir yaitu dengan adanya bercak coklat di badan seperti tanda lahir berukuran 1 sampai 2 sentimeter, lebih dari 6 bercak. Tanda lain berupa bercak kemerahan yang hampir menutupi sebagian wajah pada anak.

Penyenab epilepsi biasanya terjadi ketidakwajaran selama proses kehamilan dan persalinan, berikut ini adalah beberapa penyebab epilepsi pada bayi.
  1. Bayi yang lahir premature memiliki risiko pendarahan di dalam otak, sehingga bisa menyebabkan serangan kejang dan pendarahan intrakranial.
  2. Kelahiran bayi yang menderita kekurangan oksigen di dalam otak berisiko terserang hipoksia prenatal, yang dapat menyebabkan luka di otak dan dapat menyebabkan epilepsi.
  3. Epilepsi juga bisa disebabkan karena kadar glukosa, natrium, atau kalsium yang rendah di dalam darah.
  4. Kejang dan epilepsi juga dapat disebabkan karena adanya infeksi seperti ensefalitis dan meningitis.
  5. Adanya faktor genetik. Epilepsi juga dapat disebabkan karena penyakit bawaan yang diperoleh dari orang tua.
  6. Kondisi kesehatan ibu saat hamil juga menjadi salah satu penyebab gangguan epilepis pada bayi. 

Apakah epilepsi pada bayi bisa disembuhkan?

Bunda perlu khawatir dan waspada jika sang buah hati mengalami kejang secara berkali – kali. Bisa jadi itu adalah gejala epilepsi pada bayi. Namun, banyak orang tua yang menanyakan apakah bayi yang menderita epilepsi bisa sembuh total?

Epilepsi pada bayi bisa saja sembuh jika dilakukan pengobatan dan perawatan secara rutin. Namun, sebagian besar kasus epilepsi tidak dapat sembuh secara total. Untuk sembuh total, penderita epilepsi harus mendapatkan pengobatan dan perawatan jangka panjang.

Sehingga, tumbuh kembang bayi yang mengalami epilepsi pun bergantung pada tingkat pengobatan dan perawatan yang dilakukan oleh orang tua. Biasaya penyakit ini akan sembuh hingga 50 – 60 persen dalam waktu 2 – 3 tahun  jika mendapatkan pengobatan dan perawatan rutin. Epilepsi pada bayi lahir juga dapat dideteksi dengan menggunakan pemeriksaan EEG (Elektro Ensefalo Grafi), yaitu dengan merekam gelombang elektrik pada sel saraf otak.

Nah, selanjutnya bagaimana cara mengatasi epilepsi pada bayi

Meskipun sebagian besar gejala epilepsi pada bayi tidak dapat disembuhkan secara total, namun penyakit ini masih bisa diobati dan dikontrol agar tidak sering kambuh. Bayi yang menderita epilepsi bisa saja sembuh asalkan dilakukan perawatan dan pengobatan secara rutin. Berikut ini adalah beberapa cara mengobati epilepsi pada anak, terutama saat masih bayi.
  1. Melakukan perawatan untuk mengurangi  kejang yang kemungkinan bisa terjadi sewaktu – waktu. Perawatan yang bisa dilakukan orang yaitu dengan memberikan terapi epilepsi pada anak.
  2. Mengonsumsi obat epilepsi secara teratur. Bagi sebagian penderita gangguan epilepsi, intensitas kejang bisa dikurangi dengan mengonsumsi obat secara teratur. Berbagai macam nama obat epilepsi pada anak dapat ditemukan di apotek, namun juga atas resep dokter. Biasanya juga disebut sebagai obat anti-kejang.
Anak – anak dan orang dewasa yang menderita gangguan epilepsi dapat berhenti meminum obat anti-kejang sesuai dengan pertimbangan dokter. Dokter akan menganjurkan untuk berhenti mengkonsumsi obat jika sudah tidak mengalami kejang dalam waktu sekitar 2 – 3 tahun.

Mulai sekarang Bunda harus sudah mampu mengenali gejala epilepsi pada bayi. Sehingga jika bayi ataupun anak mengalami gejala atau serangan epilepsi dapat segera melakukan penanganan. Segera konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik ya Bunda, selain itu kita juga bisa mengidentifikasi sedini mungkin dari gejala epilepsi pada bayi.

0 Response to "Penting...! Mengenali Gejala Epilepsi pada Bayi dan Cara Mengatasinya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel